Pandangan Agama Terhadap Masalah dan Tindakan

Standar

Makalah
Pandangan Agama Terhadap Masalah dan Tindakan
Dosen : Rina Teriasi,S,Th.Msi

Disusun Oleh
Kelompok 7
1. Tri Palawati
2. Septiana Herlianti
3. Sri Darma Ketri
4. Satria Pranoto
5. Vivi Irwandi
6. Tri Jusep Ciming
7. Singeng
8. Separia

YAYASAN EKA HARAP PALANGKA RAYA
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
PRODI S-1 KEPERAWATAN
2011

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat dan rahmat, serta penyertaanNya, sehingga makalah Pandangan Agama Terhadap Masalah dan Tindakan, ini dapat kami selesaikan.
Dalam penulisan makalah ini kami berusaha menyajikan bahan dan bahasa yang sederhana, singkat serta mudah dicerna isinya oleh para pembaca, khususnya keluarga STIKES EKA HARAP PALANGKARAYA.
Kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna serta masih terdapat kekurangan dan kekeliruan dalam penulisan makalah ini. Maka kami berharap adanya masukan dari berbagai pihak untuk perbaikan dimasa yang akan mendatang.
Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan dipergunakan dengan layak sebagaimana mestinya.

Palangkaraya, Desember 2011

PENYUSUN

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Rumusan Masalah 1
1.3 Tujuan Penulisan 2
1.4 Metode Penulisan 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Bedah Plastik 3
2.2 Pandangan agama Kristen Protestan terhadap bedah plastik 4
2.3 Pengertian Transfusi Darah……………………………………………….. 4
2.4 Pandangan agama Kristen Protestan terhadap transfusi darah…………… 5
2.5 Pengertian Transplantasi Organ………………………………………….. 5
2.6 Transplantasi Organ menurut pandangan iman Kristen………………….. 7
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan 8
3.2 Saran 8
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang
Ciri-ciri manusia adalah selalu ingin mengetahui rahasia alam, memecahkannya dan kemudian mencari teknologi untuk memanfaatkannya, dengan tujuan memperbaiki kehidupan manusia. Semuanya dikembangkan dengan menggunakan akal, atau rasio, yang merupakan salah satu keunggulan manusia dibanding makhluk hidup lainnya. Sampai sekarangpun ciri watak manusia itu masih terus berlangsung. Satu demi satu ditemukan teknologi baru untuk memperbaiki kehidupan manusia agar lebih nyaman, lebih menyenangkan,dan lebih memuaskan. Akselerasi perkembangan ilmu dan teknologi dewasa ini, memiliki multi implikasi yang sangat luas. Salah satu implikasinya ialah perlunya dirumuskan pandangan iman Kristen tentang hal tersebut. Demikian ini dimaksudkan agar orang mendapatkan pedoman agamis dalam memberikan respon terhadap implikasi ilmu dan teknologi itu. Contoh hasil akselerasi perkembangan tersebut ialah ditemukannya teknologi bedah plastik, transfusi darah dan transplantasi organ, yang mana terdapat banyak perbedaan pendapat mengenai hukumnya. Hal ini disebabkan karena ketiganya merupakan persoalan kontemporer yang hukumnya sendiri. Karena itu, dalam makalah ini akan dibahas mengenai ketiga masalah tersebut ditinjau dari segi medis dan agama Kristen.

1.2 Rumusan masalah
1.2.1 Menganalisis pengertian bedah plastik ?
1.2.2 Menganalisis pandangan agama Kristen terhadap bedah plastik ?
1.2.3 Menganalisis pengertian transfusi darah ?
1.2.4 Menganalisis pandangan agama Kristen terhadap transfusi darah ?
1.2.5 Menganalisis pengertian transplantasi organ ?
1.2.6 Menganalisis transplantasi organ menurut pandangan iman Kristen ?

1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini, untuk menambah wawasan para mahasiswa STIKES EKA HARAP khususnya, agar tidak hanya mengetahui ketiga masalah tersebut dari segi medis, melainkan juga dari segi ilmu agama Kristen.
1.4 Metode Penulisan
Metode penulisan yang kami gunakan dalam materi presentasi ini adalah metode pustaka yaitu buku-buku tentang transfusi darah, bedah plastik, transplantasi organ dan media internet.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Bedah Plastik
Bedah plastik berarti untuk membentuk. Bedah plastik merupakan bagian dari ilmu kedokteran bedah. Tujuan dari bedah plastik dilaksanakan untuk tujuan perbaikan kecacatan fisik dan fungsi organ tubuh, dan untuk tujuan penyempurnaan bentuk anggota tubuh yang secara fisik normal dan sehat menjadi lebih indah. Dikenal 2 klasifikasi besar dari ilmu bedah plastik, yaitu ilmu bedah plastik rekonstruksi (yang memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan bedah untuk memperbaiki kecacatan fisik dan fungsi anggota tubuh) dan ilmu bedah plastik estetik (yang memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan bedah untuk menyempurnakan bentuk anggota tubuh.
Seringkali bedah plastik salah dikaitkan dengan bedah kulit, padahal ruang lingkup bedah plastik jauh lebih luas daripada sekedar pembedahan kulit belaka. Sangat berbeda dengan pengelompokan disiplin ilmu bedah lain yang spesifik mengacu kepada organ-organ yang dilakukan intervensi pembedahan, maka seluruh sistem organ manusia dari ujung rambut kepala sampai ujung jari kaki dapat dicakup pada disiplin ilmu bedah plastic, sejauh terpenuhi salah satu dari kedua tujuan yang di jelaskan di awal.
Salah satu contoh jelas kasus kecacatan fisik yang layak mendapat bantuan penanganan bedah plastik, antara lain : kasus-kasus korban luka bakar dan luka trauma panas, anak-anak bibir sumbing, kelainan bentuk dan jumlah jari-jemari dan lain sebagainya.
Sudah naluriah bahwa kebanyakan wanita ingin tampil cantik. Dari berbagai alasan yang dikemukakan, kebanyakan dari wanita mengutarakan bahwa dengan tampil cantik mereka merasa memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi saat bergaul dan bersosialisasi. Seringkali seseorang merasa kurang puas dengan bentuk tubuh atau penampilan fisiknya, dan rasa ketidakpuasan ini menjadi masalah yang membuatnya mencari pertolongan dokter. Ada beragam cara untuk menyempurnakan bentuk tubuh atau penampilan fisik seseorang, ragam cara inilah yang lazim disebut sebagai tindakan atau prosedur estetik. Prosedur estetik sendiri secara garis besar terbagi 2 : prosedur bedah estetik (dengan pembedahan) serta prosedur medis estetik (tanpa pembedahan).
Prosedur medis estetik misalnya pengelupasan kulit dengan obat (peeling), penghalusan kulit dengan pengikisan (dermabrasion), atau injeksi pencerahan kulit. Sementara prosedur bedah estetik adalah tindakan pembedahan untuk mengubah bentuk dan kontur anatomi organ tubuh tertentu agar tampak lebih indah. Bagian tubuh yang tersering dilakukan operasi adalah wajah, payudara dan perut.
2.2 Pandangan Agama Kristen Protestan Terhadap Bedah Plastik
Dari 2 tujuan dilakukannya bedah plastik, agama Kristen melihatnya dengan bijak.
1. Bedah plastik Rekontruksi yang tujuan untuk memperbaiki dikarenakan cacat tubuh dan fungsi organ tubuh. Agama Kristen sangat setuju sebab hal itu dilakukan untuk memulihkan fisik dan trauma.
2. Bedah plastik Estetika yang tujuan untuk menyempurnakan bentuk tubuh atau agar tampil cantik dengan cara bedah. Agama Kristen tidak setuju, karena diajarkan bagaimana setiap manusia bisa menghargai tubuhnya sebagai anugerah Tuhan. Jikalau seseorang tidak puas dengan keadaan fisiknya yang tidak sempurna maka sama saja ia tidak menghargai apa yang di karuniakan Tuhan baginya.

2.3 Pengertian Transfusi Darah
Transfusi Darah adalah proses pemindahan darah dari seseorang yang sehat (donor) ke orang sakit (respien). Darah yang dipindahkan dapat berupa darah lengkap dan komponen darah.
Tujuan transfusi darah :
1. Memelihara dan mempertahankan kesehatan donor.
2. Memelihara keadaan biologis darah atau komponen – komponennya agar tetap bermanfaat.
3. Memelihara dan mempertahankan volume darah yang normal pada peredaran darah (stabilitas peredaran darah).
4. Mengganti kekurangan komponen seluler atau kimia darah.
5. Meningkatkan oksigenasi jaringan.
6. Memperbaiki fungsi Hemostatis.
7. Tindakan terapi kasus tertentu
2.4 Pandangan Agama Kristen Protestan
Pada dasar nya, tranfusi darah menurut pandangan Kristen di perbolehkan. Tetapi ada beberapa pandangan lain yang tidak memperbolehkannya transfusi darah dikarenakan pandangan tentang tranfusi darah yang berbeda-beda.

2.5 Pengertian Transplantasi Organ
Transplantasi Organ adalah pemindahan seluruh atau sebagian organ tubuh dari satu tubuh ke tubuh yang lain atau dari satu tempat ke tempat yang lain.
Transplantasi Organ dan jaringan tubuh manusia merupakan tindakan medik yang sangat bermanfaat bagi pasien dengan gangguan fungsi organ tubuh yang berat, ini adalah terapi pengganti (alternatif) yang merupakan upaya terbaik untuk menolong pasien dengan kegagalan organnya, karena hasilnya lebih memuaskan. Tindakan medik ini tidak dapat dilakukan hanya dengan begitu saja, karena masih harus dipertimbangkan dari segi non medik yaitu dari segi agama, hukum, budaya, etika dan moral. Kendala yang biasanya dihadapi dalam transplantasi organ yaitu terbatasnya jumlah donor keluarga dan donasi organ jenasah. Karena itu diperlukan kerja sama yang saling mendukung antara para pakar terkait (hukum, kedokteran, sosiologi, pemuka agama, pemuka masyarakat) pemerintah dan swasta.
2.5.1. Tujuan Transplantasi Organ
1. Memperbaiki dan mengganti organ atau jaringan yang mengalami gangguan fungsi.
2. Menolong seorang pasien dengan kegagalan fungsi salah satu organ tubuh.
3. Memberikan rasa nyaman kepada pasien
4. Mengetahui bagian-bagian organ yang rusak. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :
1. Adanya kelainan atau gangguan pada organ tubuh yang akan ditransplantasikan.
2. Mengetahui atau memeriksa lebih dahulu bagaimana keadaan atau kesehatan orang yang akan melakukan transplantasi.
2.5.2. Jenis – jenis Transplantasi Organ
Ada 4 jenis transplantasi organ yaitu :
1. Transplantasi Autologus Yaitu perpindahan dari satu tempat ke tempat yang lain dalam tubuh itu sendiri,yang dikumpulkan sebelum pemberian kemoterapi.
2. TransplantasiAlogenik
Yaitu perpindahan dari satu tubuh ke tubuh lain yang sama spesiesnya, baik dengan hubungan keluarga atau tanpa hubungan keluarga.
3. Transplantasi Singenik
Yaitu perpindahan dari satu tubuh ke tubuh lain yang identik, misalnya pada kembaridentik.
4. Transplantasi Xenograf
Yaitu perpindahan dari satu tubuh ke tubuh lain yang tidak sama spesiesnya. Organ atau jaringan tubuh yang akan dipindahkan dapat diambil dari donor yang hidup atau dari jenasah orang yang baru meninggal. Organ-organ yang diambil dari donor hidup seperti ; kulit, ginjal, sumsum tulang dan darah (transfusi darah). Organ-organ yang diambil dari jenasah yaitu : jantung, hati, ginjal, kornea, pankreas, paru-paru dan sel otak.

2.6 Transplantasi Organ menurut Pandangan Iman Kristen
Pada umumnya Gereja memperkenankan transplantasi organ tubuh, adalah Injil Kehidupan, menurut pandangan Iman Kristen transplantasi organ merupakan
salah satu bentuk perbuatan yang terpuji karena dapat membantu orang yang kesehatan tubuhnya terganggu atau sakit dan juga ingin menyelamatkan jiwa seseorang. Apabila donor organ tubuh adalah seorang yang telah meninggal dunia, maka tidak timbil masalah normal. Seorang yang mungkin berkehendak untuk mendonorkan tubuhnya dan memperuntukkannya bagi tujuan-tujuan yang berguna, yang secara moral tidak bercela dan bahkan luhur dan punya keinginan untuk menolong orang yang sakit dan menderita maka keputusan ini tidak dikutuk melainkan dibenarkan. Kaitan transplantasi organ menurut Firman Tuhan : Kejadian 2 : 21 – 22 , lalu Tuhan Allah membuat manusia itu tidur nyenyak, ketika ia tidur, Tuhan Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itudengandaging.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Bedah plastik jika untuk kepentingan medis dan rekontruki itu diperbolehkan dan dipandang baik oleh agama Kristen. Begitu juga dengan transfusi darah dan transpalasi organ diperbolehkan asal sesuai dengan kepentingan medis. Tetapi, dilakukan dengan prosedur yang baik dan sesuai dengan keperluannya.
3.2 Saran
Jika ingin melakukan bedah plastik, transfusi darah, dan transpalasi organ sebaiknya harus memperhatikan keadaaan fisik orang tersebut, norma-norma agama yang dianutnya dan apa tujuan serta manfaatnya untuk melakukan hal tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

- Bahan Ajar Mata Agama Kristen Protestan”Bedah Plastik”
– Transplantasi Rejection. Available from file / 6
– Transplantasi Rejection – Wikipedia, The from encyclopedi

About these ads

2 responses »

  1. Operasi karena cacat atau yang tidak sempurna dapat di lakukan seperti bibir sumbing dan lainnya. karena tujuan memulihkan fisik dan trauma.

    tapi bukankah bibir sumbing juga dapat berbicara normal. lalu kenapa boleh operasi? tentu untuk demi kesempurnaan dan ke indahan. dan jika berbicara masalah trauma, maka itu akan mengacu pada kondisi orang yg memiliki bibir sumbing agara dapat diterima masyarakat.

    lalu mengapa untuk yang memiliki hidung pesek tidak dapat melakukan bedah plastik.
    bukan kah secara trauma itu juga mengganggu, karena banyak orang yang suka menghina hidung pesek. GBU

    • untuk bibir sumbing operasi dilakukan sebagai jalan pemulihan fungsi organ,tapi kalau hidung pesekkan gak buat orang terganggu atau susah bernafas,jadi gak perlu di operasi hanya karena trauma akibat sering di ejek.maka itu semua yang bai,yang indah dan enak di dengar pikirkanlah semuanya itu..

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s