MAKALAH KEBUTUHAN DASAR MANUSIA MENURUT JEAN WASTON ( BIOPHYSIKAL DAN PSIKOFISIKAL )

Standar

MAKALAH
KEBUTUHAN DASAR MANUSIA MENURUT JEAN WASTON
( BIOPHYSIKAL DAN PSIKOFISIKAL )
Dalam melengkapi tugas dari
Putria Carolina, S. Kep., Ners

Di susun oleh
Nama : Yephina Ayu
Nim : 2011.C.03a.0213

YAYASAN EKA HARAP PALANGKA RAYA
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
PRODI S-1 KEPERAWATAN
2012
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa berkat rahmat dan penyertaanNya, sehingga makalah ini dapat selesai dengan tepat waktu.
Dalam penulisan makalah ini kami berusaha menyajikan bahan dan bahasa yang sederhana, singkat serta mudah dipahami oleh para pembaca, khususnya keluarga besar STIKES Eka Harap Palangka Raya.
kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna serta masih terdapat kekurangan dan kekeliruan dalam penulisan makalah ini. Maka dari itu kami berharap adanya masukan dari berbagai pihak untuk perbaikan dimasa yang akan mendatang.
Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat dan dapat dipergunakan dengan sebagaimana mestinya.
Palangkaraya, Juni 2012

PENYUSUN

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………………………………………………………………………….. ii
DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………….. iii
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang……………………………………………………………………………. 1
1.2 Rumusan masalah……………………………………………………………………….. 1
1.3 Tujuan Penulisan…………………………………………………………………………2
1.4 Manfaat Penulisan……………………………………………………………………….2
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Model Kebutuhan Dasar Manusia menurut Jean Waston…………………. 3
2.2 Kebutuhan untuk bertahan (Biofisikal)…………………………………………..6
2.3 Kebutuhan Fungsional (Psikofisikal)…………………………………………….. 6
BAB 3 PENUTUP
3.1 Kesimpulan………………………………………………………………………………… 7
3.2 Saran…………………………………………………………………………………………. 7
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………… 8

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Keperawatan sebagai bagian integral pelayanan kesehatan merupakan suatu bentuk pelayanan professional yang didasarkan pada ilmu keperawatan. Pada perkembangannya ilmu keperawatan selalu mengikuti perkembangan ilmu lain, mengingat ilmu keperawatan merupakan ilmu terapan yang selalu berubah mengikuti perkembangan zaman. Demikian juga dengan pelayanan keperawatan di Indonesia, kedepan diharapkan harus mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat secara profesional sesuai dengan tuntutan kebutuhan masyarakat serta teknologi bidang kesehatan yang senantiasa berkembang. Pelaksanaan asuhan keperawatan di sebagian besar rumah sakit Indonesia umumnya telah menerapkan pendekatan ilmiah melalui proses keperawatan.

Profesi keperawatan adalah profesi yang unik dan kompleks.Dalam melaksanakan prakteknya, perawat harus mengacu pada model konsep dan teori keperawatan yang sudah dimunculkan.Konsep adalah suatu ide dimana terdapat suatu kesan yang abstrak yang dapat diorganisir dengan smbol-simbol yang nyata, sedangkan konsep keperawatan merupakan ide untuk menyusun suatu kerangka konseptual atau model keperawatan.
Teori adalah sekelompok konsep yang membentuk sebuah pola yang nyata atau suatu pernyataan yang menjelaskan suatu proses, peristiwa atau kejadian yang didasari fakta-fakta yang telah di observasi tetapi kurang absolut atau bukti secara langsung.Yang dimaksud teori keperawatan adalah usaha-usaha untuk menguraikan atau menjelaskan fenomena mengenai keperawatan. Teori keperawatan digunakan sebagai dasar dalam menyusun suatu model konsep dalam keperawatan,dan model konsep keperawatan digunakan dalam menentukan model praktek keperawatan. Berikut ini adalah ringkasan beberapa teori keperawatan yang perlu diketahui oleh para perawat profesional sehingga mampu mengaplikasikan praktek keperawatan yang didasarkan pada keyakinan dan nilai dasar keperawatan.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan kebutuhan penulis, penulis ingin merumuskan beberapa materi diantaranya adalah pandangan Jean Watson tentang Model Kebutuhan Manusia, Kebutuhan untuk bertahan (Biofisikal), dan Kebutuhan Fungsional (Psikofisikal).
1.3 Tujuan Penulisan
1.3.1 Tujuan Umum
Setelah mempelajari makalah ini diharapkan mahasiswa dapat memahami dan dapat mengerti tentang Kebutuhan Dasar Manusia Menurut Jean Waston Khususnya Kebutuhan untuk Bertahan dan Kebutuhan Fungsional.
1.3.2 Tujuan Khusus
Adapun tujuan khusus dari pembuatan makalah ini yaitu:
1. Pembaca dapat memahami pandangan Jean Waston tentang Kebutuhan Dasar Manusia.
2. Pembaca dapat memahami kebutuhan untuk bertahan hidup (biofisikal).
3. Pembaca dapat memahami kebutuhan fungsional (psikofisikal).
1.4 Manfaat Penulisan
1.4.1 Teori
Manfaat makalah ini secara teori adalah untuk menambah pengetahuan dan wawasan para mahasiswa Keperawatan, khususnya keluarga besar STIKES Eka Harap agar dapat lebih mengetahui dan mengerti tentang pandangan Jean Waston terhadap Kebutuhan Dasar Manusia khusunya Kebutuhan Bertahan hidup dan Kebutuhan Fungsional.
1.4.2 Praktis
Manfaat yang kami harapkan dari pembahasan makalah ini adalah bagi penulis dan pembaca dapat mengetahui dan memahami tentang pandangan Jean Waston terhadap Kebutuhan Dasar Manusia khusunya Kebutuhan Bertahan hidup dan Kebutuhan Fungsional. Dan penulis juga berharap bahwa makalah ini dapat dijadikan sebagai ilmu penunjang untuk mahasiswa.

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Model Kebutuhan Dasar Manusia menurut Jean Waston
Jean Watson dalam memahami konsep keperawatan terkenal dengan teori pengetahuan manusia dan merawat manusia. Tolak ukur pandangan Watson ini didasari pada unsur teori kemanusiaan. Pandangan teori Jean Watson ini memahami bahwa manusia memiliki empat cabang kebutuhan manusia yang saling berhubungan diantaranya kebutuhan dasar biofisikal (kebutuhan untuk hidup) yang meliputi kebutuhan makanan dan cairan, kebutuhan eliminasi dan kebutuhan ventilasi, kebutuhan psikofisikal (kebutuhan fungsional) yang meliputi kebutuhan aktifitas dan istirahat, kebutuhan seksual, kebutuhan psikososial (kebutuhan untuk integrasi) yang meliputi kebutuhan untuk berprestasi, kebutuhan organisasi, dan kebutuhan intra dan interpersonal (kebutuhan untuk pengembangan) yaitu kebutuhan aktualisasi diri.

Filosofi Jean Watson, yang pada akhirnya tErkenal dengan sebutan “J.W”, berupaya untuk mendefinisikan hasil dari aktifitas keperawatan yang berhubungan dengan aspek humanistik dari kehidupan. Watson, (1979). Tindakan Keperawatan yang mengacu langsung pada pemahaman hubungan antara sehat, sakit dan perilaku manusia. Keperawatan memperhatikan peningkatan dan mengembalikan kesehatan, serta pencegahan terjadinya penyakit.
Model Watson dibentuk melingkupi Proses Asuhan Keperawatan, Pemberian bantuan kepada Klien dalam mencapai atau mempertahankan kesehatan dan atau mencapai kematian yang damai. Intervensi keperawatan berkaitan dengan proses perawatan manusia. Proses perawatan manusia membutuhkan Perawat yang mampu memahami perilaku dan respon manusia terhadap masalah kesehatan yang aktual atau potensial, kebutuhan manusia, dan bagaimana manusia merespon terhadap orang lain, dan kekurangan serta kelebihan klien dan keluarganya, sekaligus pemahaman pada dirinya sendiri. Selain itu, perawat juga memberikan kenyamanan dan perhatian, serta empati pada klien dan keluarganya. Asuhan perawatan tergambar pada seluruh faktor-faktor yang digunakan oleh perawat dalam pemberian pelayanan keperawatan pada klien dan keluarganya.
a. Teori human caring
Teori Jean Watson yang telah dipublikasikan dalam keperawatan adalah “human science and humancare”. Watson percaya bahwa fokus utama dalam keperawatan adalah pada carative factor yang bermula dari perspektif humanistik yang dikombinasikan dengan dasar pengetahuan ilmiah. Oleh karena itu, perawat perlu mengembangkan filososfi humanistik dan sistem nilai serta seni yang kuat. Filosofi humanistik dan sistem nilai ini memberi fondasi yang kokoh bagi ilmu keperawatan, sedangkan dasar seni dapat membantu perawat mengembangkan visi mereka serta nilai-nilai dunia dan keterampilan berpikir kritis. Pengembangan keterampilan berpikir kritis dibutuhkan dalam asuhan keperawatan, namun fokusnya lebih pada peningkatan kesehatan, bukan pengobatan penyakit.

b. Asumsi dasar tentang ilmu keperawatan Watson
Beberapa asumsi dasar tentang teori Watson adalah sebagai berikut:
1. Asuhan keperawatan dapat dilakukan dan diperaktikkan secara interpersonal.
2. Asuhan keperawatan terlaksana oleh adanya faktor carative yang menghasilkan kepuasan pada kebutuhan manusia.
3. Asuhan keperawatan yang efektif dapat meningkatkan kesehatan dan perkembangan individu dan keluarga.
4. Respons asuhan keperawatan tidak hanya menerima seseorang sebagaimana mereka sekarang, tetapi juga hal-hal yang mungkin terjadi padanya nantinya.
5. Lingkungan asuhan keperawatan adalah sesuatu yang menawarkan kemungkinan perkembangan potensi dan member keleluasaan bagi seseorang untuk memilih kegiatan yang tebaik bagi dirinya dalam waktu yang telah ditentukan.
6. Asuhan keperawatan lebih bersifat healthgenic (menyehatkan) daripada curing (mengobati).
7. Praktik caring merupakan pusat keperawatan.
c. Faktor carative teori Watson
Struktur dibangun dari sepuluh faktor carative yaitu:
1. Membentuk sistem nilai humanistik-alturistik.
2. Menanamkan keyakinan dan harapan (faith-hope).
3. Mengembangkan sensitivitas untuk diri sendiri dan orang lain.
4. Membina hubungan saling percaya dan saling bantu (helping-trust).
5. Meningkatkan dan menerima ekspresi perasaan positif dan negative.
6. Menggunakan metode pemecahan masalah yang sistemantis dalam pengambilan keputusan.
7. Meningkatkan proses belajar-mengajar interpersonal.
8. Menyediakan lingkungan yang mendukung, melindungi, dan memperbaiki mental, sosiokultural, dan spiritual.
9. Membantu dalam pemenuhan kebutuhan dasar manusia.
10. Mengembangkan faktor kekuatan eksistensial-fenomenologis.

2.2 Kebutuhan untuk bertahan (Biophysikal)
Kebutuhan untuk bertahan atau biophysikal adalah kebutuhan mendasar manusia yang harus dipenuhi. Jika kebutuhan ini tidak dipenuhi dengan cepat maka akan mengganggu kesehatan manusia itu sendiri. Makanan dan minuman merupakan hal penting dalam proses hidup manusia dimana makanan dan minuman merupakan sumber energi bagi manusia dalam melakukan setiap aktivitas hidupnya. Kebutuhan eliminasi juga harus dipenuhi, yaitu kebutuhan untuk buang air besar dan kecil. Kebutuhan ini juga sangat penting dalam proses kehidupan manusia, jika tidak dipenuhi manusia akan merasakan sakit pada bagian-bagian vital seperti sakit saat kencing karena terlalu lama menahan buang air kecil. Kebutuhan ventilasi juga tidak kalah pentingnya karena kebutuhan ventilasi adalah kebutuhan tubuh dalam mengatur keluar masuknya udara didalam tubuh. Jadi, kebutuhan mendasar dari manusia yaitu kebutuhan biophysical harus dan sangat penting untuk dilakukan karena jika tidak segera dilakukan akan berpengaruh pada kesehatan dan aktivitas tubuh.
2.3 Kebutuhan Fungsional (Psikofisikal)
Kebutuhan fungsional adalah kebutuhan tubuh dalam menjaga fungsi-fungsi tubuh. Kebutuhan ini menurut waston digolongkan kedalam kebutuhan tingkat rendah karena bisa dengan mudah dilakukan. Kebutuhan ini juga tidak kalah pentingnya dengan kebutuhan biophysical. Kebutuhan fungsional didalamnya mengatur tentang kebutuhan tubuh akan aktivitas tubuh dan istirahat serta kebutuhan tubuh akan seksualitas. Kebutuhan aktivitas tubuh sebagai contoh adalah dalam bermain dan berolahraga atau dalam bergerak. Kebutuhan untuk beristirahat adalah dengan tidur atau bersantai. Sedangkan kebutuhan tubuh akan seksualitas adalah ketertarikan seorang individual dengan lawan jenisnya, timbul rasa ingin memiliki satu dengan yang lain dan rasa ingin diperhatikan dan memperhatikan. Semua kebutuhan diatas wajib dipenuhi tetapi tergantung individu memprioritaskannya.

BAB 3
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Model konseptual keperawatan merupakan suatu cara untuk memandang situasi dan kondisi pekerjaan yang melibatkan perawat di dalamnya. Model konseptual keperawatan memperlihatkan petunjuk bagi organisasi dimana perawat mendapatkan informasi agar mereka peka terhadap apa yang terjadi pada suatu saat dengan apa yang terjadi pada suatu saat juga dan tahu apa yang harus perawat kerjakan. Teori keperawatan digunakan sebagai dasar dalam menyusun suatu model konsep dalam keperawatan,dan model konsep keperawatan digunakan dalam menentukan model praktek keperawatan.
3.2 Saran
Manusia hendaknya dapat beinteraksi atau berhubungan baik dengan manusia lainnya. Dengan berinteraksi, segala kebutuhan manusia akan mudah terpenuhi. Untuk dapat memenuhi kebutuhannya, manusia harus memiliki pengetahuan manusia dan pemeliharaan/perawatan manusia. Tanpa adanya ilmu pengetahuan, manusia tidak dapat berinteraksi dan bersosialisasi dengan baik di masyarakat. Tanpa adanya pemeliharaan/perawatan diri, manusia juga akan sakit dan tidak akan dapat memenuhi kebutuhan. Maka dari itu, manusia dituntut untuk menjaga kesehatan dan pencegahan segala penyakit dimanapun dan kapanpun.
Dalam penyusunan makalah sebaiknya mahasiswa menggunakan minimal tiga literatur untuk menghasilkan makalah yang isinya lengkap dan sebaiknya perlu ditambahkan lagi buku-buku kesehatan lainnya yang belum tersedia di perpustakaan untuk menunjang penyelesaian tugas mahasiswa.

DAFTAR PUSTAKA
A.Aziz Alimul Hidayat. (2002). Pengantar Dokumentasi Proses Keperawatan. Jakarta ; EGC.
A. Aziz Alimul Hidayat. (2002). Pengantar pendidikan keperawatan. Jakarta ; CV Sagung Seto
http://www.google.co.id, Konsep dan teori keperawatan. Senin 11 juni 2012 pukul 16.00 wib.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s