waitting for one love, one kiss to my heart

Standar

Oleh Yevina YelfSungie OnewShawol

perempuan yang sedang menakan tuts piano dengan jari lentiknya menangis mengiringi dentingan merdu dan lembut piano tua itu. Ia berheti sejenak “wedding dress!” air matanya semakin deras mengalir dan ia melanjutkan permainan pianonya, tapi kali ini alunan nadanya terdengar memilukan dan mengerikan.
Angin terus berhembus menarik daun tua untuk lepas dari tangkainya, yeonja itu masih menunggu di rumah tua itu, berharap namja yang ia cintai menjemputnya, tapi pada kenyataannya namja itu belum juga datang, hatinya semakin hari semakin hancur, keputus asaan menghantuinya tapi rasa cinta,kesetiaannya menanti menopangnya dan menyelimutinya dan memberikan kehangatan pada musim dingin. Banyaknya benda putih yang jatuh dari langit mendung juga seperti air mata yg jatuh dari mata sayupnya. Rumah tua tak pernah tega membiarkan yeonja penghuninya itu menderita karena kesepian, maka setiap hari datang burung-burung dara yang menemani yeonja itu.
Wajah cantiknya semakin hari semakin kusut, rambut pirangnya yg indah berubah menjadi rambut kusut, dres putihnya telah berganti dengan gaun hitam kusam. Di tangan kirinya ia menggegam buah apel, dipetiknya mawar putih di halaman rumah tua itu, saad yeoja malang itu menghirup aroma mawar itu dan saad itu juga tubuh lemahnya jatuh di tanah bersalju, kedua tangannya masih menggegam apel dan mawar putih yg terpercik darah segar dari dada yeonja itu yang tertancap lading, salju putih sudah ternoda dan menjadi merah pada sekitar tubuh yeonja itu. Sebelum menghembuskan napas terakhirnya di dunia yeoja malang itu sempa meracau “miane oppa aku baru sadar, ternyata aku yang membuatmu menunggu selama ini,, congmal miane…” dia mencoba mengatur napasnya yang mulai tak teratur, sejenak ia memandang sekelilingnya yang hanya ada pohon tua dan salju putih yg bercampur darahnya ” babo, kenapa harus disi, saljunya jadi merah…” merasa masih mampu menggerakkan tangannya ia mencoba menepis salju yg tercampur darahnya tapi hal itu tak behasil, darah dari dadanya masih terus keluar. “miane,,, oppa.. Huuu” ia mendengus pelang, rasa sakitnya makin menjadi membuat penglihatannya memudar, dia mencoba menenangkan dirinya ” hana, dul, set, hana dul set, hana dul set, haaa…na..” napasnya tak lagi berhebus, bahkan air matanya telah beku, ternyata caranya untuk mengeluarkan rasa sakit dari hatinya berhasil, semua rasa sakitnya keluar.
Rumah tua itu,burung-burung dara, piano tua hanya dapat meratapi kepergian yeoja malang itu.
Sekarang yeoja malang itu sudah kembali memakai gaun putihnya, bahkan sepasang sayap cantik menghiasi punggungnya,, wajahnya kembali cerah dengan rona merah pada kedua pipinya dan rambut pirangnya yang kusut telah jadi rambut pirang yang tergerai indah.
“SeonNa” panggil seorang namja tampan yang mengenakan pakaian serba putih seperti dirinya, yeoja itu menoleh dan berlari ke arah namja yang dirindukannya itu, “Onew oppa,,, bogoshipo..” dipeluknya namjanya itu dengan erat seakan tak mau kehilangan lagi, ” ne, nado bogoshipo ” namja itu membelai lembut yeonjanya itu, ” miane terlalu membuatmu menunggu lama oppa,, ” sesal yeoja itu, “gwencanayo, saranghae SeonNa” ucap Onew lebut, “nado saranghae Onew oppa”.

Terkadang hal yang tak membahagiakan sekarang belum tentu nanti tak bagia, walau saad ini kita tak bersama, tapi nanti pasti bersama.

=THE AND=

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s